Apakah copas dilarang???

Apakah copas dilarang
flickr.com

Apakah copas dilarang??? Banyak dari kita berfikir soal fenomena ini. Mereka yang melarang biasanya mengakatan copas sama saja mencuri, mengambil ide dari hasil karya orang lain untuk keuntungan pribadi. Mereka yang men-judge biasanya kurang percaya dengan hasil yang dibuat seseorang sehingga mereka mengatakan jika hasil karya yang orang lain buat didapat dari sumber lain atau yg biasa kita sebut copas / copy paste.

Sebenarnya apakah copas itu dilarang? 

Jawabannya bisa iya bisa tidak. Ada dua jawaban untuk pertanyaan diatas. Mari kita bahas satu per satu.

Kenapa copas itu dilarang? Copy paste bisa saja dilarang apabila orang yang melakukannya tidak mencantumkan sumber atau referensi ketika dia mengambil karya orang lain. Copas seperti ini sudah jelas sangat dilarang. Mereka yang diam diam mengutip dan meniru suatu karya orang lain tanpa mencantumkan pengarangnya memang sangat keterlaluan menurut saya. Bagaimana tidak, karya orang lain merupakan kekayaan intelektual yang sangat tinggi nilainya. Mereka yang copas bisa saja disebut pencuri apabila tidak mencantumkan sumbernya.

Sekarang kenapa copas itu dibolehkan? Copy paste bisa saja dibolehkan selama sobat mencantumkan sumber yang jelas ketika mengambil karya orang lain. Sadarilah bahwa kita memang tidak bisa lepas dari kebiasaan copas, mulai dari tugas-tugas kuliah seperti makalah, laporan, karya tulis, sampai buku juga berisi tulisan-tulisan dari hasil copas. Dalam buku sendiri biasa kita kenal dengan nama kutipan.

Saya mau cerita sedikit.

Saya mempunyai buku tentang psikologi yang isinya sangat-sangat menarik. Fakta- fakta yang saya baca dalam buku itu sangat tepat. Sampai-sampai saya sangat penasaran dengan penulis buku ini, siapa dia, buku apa saja yang sudah dia terbitkan, dan berbagai rasa penasaran saya tentang si penulis. Sampai akhirnya saya pun membuka bagian belakang buku ini yang biasa kita sebut daftar pustaka. Setelah membuka halaman terakhir seketika itu saya sangat kaget. Bagaimana saya tidak kaget, semua isi dari buku yang saya baca itu hasil copas dari internet. Ya dari internet. Copas dimana penulis tidak membutuhkan banyak tenaga untuk membuat sebuah karya, hanya dengan menggerak-gerakan mouse saja pekerjaan sudah selesai. Wahh disitu saya cukup kecewa. Parahnya lagi, didalam daftar pustaka dalam buku yang saya baca itu tidak ada satupun sumber atau referensi dari buku dan jurnal, semuanya berisi artikel di internet yang disusun sedemikian indahnya, mulai dari ukurang font, model font, dan paragraf sehingga memiliki daya jual yang menarik.

Memang tidak ada yang salah dengan penulis yang bukunya saya baca itu. Tapi ya mbok ngga usah di terbitkan juga lah. Apalagi isi dari buku itu bisa kita dapatkan dengan gratis lewat internet, dengan hanya bermodalkan hp. Tapi tak apalah. Saya juga membeli buku itu saat sedang ada bazar buku di daerah saya. Harganya juga sangat murah, hanya 5.000 rupiah. Jadi saya ngga terlalu nyesel. hehe

Hanya saran buat copaser khususnya saya. Dengan mencantumkan sumber dari karya orang lain, itu sama saja kita menghargai seseorang dan menghargai kekayaan intelektual. Bisa saja kita tidak mencantumkan nama si pengarang, tapi apa iya orang yang karyanya kita copas akan ikhlas? Saya yakin tidak. Apa susahnya sih nyantumin nama pengarangnya, harusnya kita sadar bahwa mereka memang lebih pinter dari kita dan kita harus mengakui itu. Meskipun akhir-akhir ini banyak orang yang koar-koar agar kebiasan copas harus dihentikan, tapi saya sadar bahwa saya tidak mungkin bisa meninggalkan kebiasaan ini. Dengan mencantumkan sumbernya saya berharap mereka yang karyanya saya ambil diberikan pahala oleh Allah dengan amal jariyah yang tiada putusnya. Kalau kita belum bisa berkontribusi untuk ilmu pengetahuan, paling tidak dengan cara mencantumkan sumber / pengarang kita bisa menghargai ilmu pengetahuan.

Terimakasih sudah mau membaca tulisan ini. Sekedar info bahwa tulisan ini saya copas dari otak saya. Sekian.

Artikel Terkait

Apakah copas dilarang???
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

Untuk mempermudah Anda, gunakan opsi Google, LiveJournal, Wordpress, TypePad, AIM, OpenID, Name/URL, dan Anonymous untuk berkomentar. Terimakasih