Kita Tenang Karena Kita Tahu

Kita Tenang Karena Kita Tahu

Coba bayangkan sobat seorang ahli matematika. Segala macam penghargaan sudah sobat dapatkan dari berbagai kompetisi. Dan pada suatu hari sobat ditunjuk harus menjadi pembicara pada seminar matematika nasional, yang dimana di dalamnya terdapat banyak orang-orang hebat dalam hal matematika.

Setelah membayangkan cerita diatas, pertanyaannya adalah, apakah setelah mendapatkan undangan pembicara seminar tadi sobat akan gelisah? Apakah sobat langsung stress? Saya yakin enggak. Malah sobat akan sangat percaya diri dan bersemangat.

Pertanyaannya. Kenapa sobat tenang dan nggak gelisah? Jawabannya karena sobat sudah tahu. Simple. Cuma itu.

Banyak dari kita, termasuk saya, yang berusaha membuat diri tenang dalam berbagai keadaan. Padahal, tenang atau nggaknya kita tergantung apa yang kita tahu.

Dulu saya sering mencari tahu apa yang disebut dengan ketenangan. Bertanya sama teman apa rahasia tenang itu, dan jawaban mereka sangat-sangat simple. Nggak usah mikirin yang berat-berat, nikmatin aja.

Jawaban mereka memang sangat mudah saya terima, tapi apakah semudah itu. Nggak. Jelas dalam prakteknya akan berbeda-beda setiap orang, apalagi untuk jenis mereka yang pemikir. Untuk mereka pasti sangat sulit untuk berhenti mikirin yg berat2.

Karena kurang puas dengan jawaban teman, saya mulai mencari video-video motivasi di youtube yang mungkin bisa menjawab pertanyaan saya tentang apa itu tenang. Dan tibalah pilihan saya pada kalinat yang disampaikan oleh Pak Mario Teguh Dalam salah satu motivasinya beliau menyampaikan kurang lebih seperti ini "kita tenang karena kita tahu". Kalau nggak salah. Tapi intinya sama.

Setelah mendengar kutipan kalimat yang sedikit tadi, saya langsung membayangkan betapa mudahnya dan betapa tenangnya hidup ini kalau kita tahu. ooooo

Jika sobat tahu apa yang akan terjadi besok, nggak peduli apakah itu baik atau buruk, saya yakin pasti njenengan akan lebih tenang, karena hal terburuk yang sekalipun akan terjadi pasti sudah kita siapkan solusinya, atau bahkan kita bisa mencegahnya lebih dulu.

atau

Bandingkan saja orang yang biasa bepergian keluar negeri dan sekaligus bisa berbahasa asing dengan orang yang sama sekali belum pernah bepergian keluar negeri plus kemampuan bahasa asingnya sangat minim. Dari kedua orang ini, mana yang lebih tenang menurut sobat??? Ya tentu saja orang yang pertama. Orang pertama jelas sudah tahu apa yang akan dilakukan jika akan pergi ke luar negeri, mulai dari pengurusan pasport, visa, langkah2 di bandara, melakukan komunikasi di negara tujuan dll.

Contoh lagi..

Apabila sobat tersesat di suatu daerah yang sama sekali sobat ngga tahu tempatnya, tapi sobat tahu kalau smartphone sobat bisa digunakan sebagai navigasi, dengan begitu pastinya sobat akan tenang dan nggak mikir macem2.

Dan begitu seterusnya..

Bayangin aja sendiri, gimana rasanya kalau semua orang tahu apa yang harus dilakukannya, pasti ngga ada lagi yang namanya gelisah dan khawatir.

Kesimpulannya...


Yang ingin saya sampaikan dari postingan ini adalah, pribadi yang tenang nggak bisa kita dapatkan hanya dengan berfikir santai dan menjauh dari masalah. Bukan karena pingin hidup tenang, semua kewajiban yang menjadi tanggung jawab sampai kita abaikan. Ada tugas yang mumet ngga mau dikerjain, alasannya cuma karena pengen hidup tenang dan santai. Itu salah. Justru dengan menambah pengetahuan, wawasan, pengalaman, melakukan kewajiban2, kita akan menjadi semakin "tahu" dan efeknya kita akan semakin tenang. Bisa dibilang, tenang itu berbanding lurus dengan apa yang kita tahu. Semakin kita tahu, semakin kita tenang.

Selagi muda, pelajarilah segala hal dengan sungguh-sungguh, tambah pengalaman, belajar dengan serius. Dengan begitu, insya Allah semakin bertambah umur kita, yang namanya ketenangan pasti akan ngikutin.

Artikel Terkait

Kita Tenang Karena Kita Tahu
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

1 komentar:

Untuk mempermudah Anda, gunakan opsi Google, LiveJournal, Wordpress, TypePad, AIM, OpenID, Name/URL, dan Anonymous untuk berkomentar. Terimakasih