Menebak Kebiasaan Pembaca

pembaca bosan
www.business2community.com
Apakah sobat membaca seluruh isi dari artikel? Apakah saat membuat postingan sobat terlalu banyak basa-basi?

Saat sobat membaca sebuah artikel yang membahas sebuah cara dan tips, apakah sobat membaca bagian awalnya terlebih dahulu atau langsung melompat ke bagian intinya?

Kalo jawabannya langsung lompat ke intinya berarti kita sama. hehe

Saya sering baca beberapa blog yang postingannya terlalu banyak basa-basi, termasuk blog ini. Jumlah katanya terlalu banyak padahal yang dicari pengunjung cuma intinya.

Itu juga mengapa artikel yang bersumber dari situs-situs besar seperti kompas.com dan liputan6.com lebih menarik menurut saya. Karena postingan yang mereka buat langsung to the point, meskipun ada basa-basinya tapi itu nggak banyak.

Memang basa-basi itu penting, tapi kita lihat dulu artikel apa yang akan kita bahas, apakah artikel itu bacaan ringan, atau sebuah tips dan cara. Jika yang dibahas hanya bacaan ringan seperti blognya kevinanggara, ya pasti sangat menyenangkan, karena isi dari postingannya hanya bercerita yang tujuannya membuat pembaca ikut hanyut dalam cerita.

Tapi bagaimana jika artikelnya berisi tips, cara, dan tutorial. Saya tebak sebagian orang, termasuk saya, akan malas baca bagian awalnya dan langsung melompat ke intinya, bahkan mungkin hanya membaca judulnya saja sudah paham.

Saya sendiri sebenarnya orang yang nggak suka basa-basi, saat membaca artikel pun saya membacanya dengan cepat, kecuali untuk blog-blog yang menurut saya ringan seperti yang saya katakan tadi blog dari kevin anggara.

Makanya itu saya biasanya males, saat mencari artikel yang saya butuhkan (cara, tips, tutorial) di internet, tapi inti dari yang saya cari tertutup oleh basa-basi penulis. Apalagi kalo lagi buru-buru. Saya langsung pindah tempat.

Saat menulis postingan, seharusnya penulis sudah bisa menebak seperti apa kebiasaan pembaca saat membaca postingan yang kita tulis, sehingga nggak akan terjadi yang namanya pemborosan kata. Apalagi kita sekarang hidup di era yang serba cepat, era dimana waktu sangat penting dikarenakan kesibukan yang cukup banyak.

Saya nggak bilang kalau artikel panjang itu nggak baik, artikel panjang tetap baik, bahkan sangat baik menurut saya, karena informasi yang pembaca dapat lebih detail dan jelas, nggak setengah-setengah.

Postingan panjang itu ngga salah.

Tapi kalau sobat mau membuat postingan cara, tips, dan tutorial dengan jumlah kata yang banyak, sobat harus tau dulu gimana caranya. Yang penting sobat bisa merangkai kata seenak mungkin agar pembaca betah nongkrong di blog sobat. Bahasa yang digunakan juga jangan kaku, buat postingan serasa nulis pengalaman aja, jadi yang baca ikut ngerasain apa yang penulis rasain.

Jujur aja, blog ini juga kebanyakan basa-basinya, ya saya juga masih terus belajar dan belajar nulis dengan baik. Tujuan saya yang paling utama adalah membuat pembaca paham dengan apa yang saya sampaikan, jadi kita bisa sama-sama puas. Anda puas saya lemas.

Kesimpulannya...


Kalau postingan yang dibuat berisi pembahasan tentang cara, tips, dan tutorial, saya sarankan jangan gunakan kata2 kebanyakan / berlebihan. Kasihan pembaca. Kecuali kalau sobat memang pinter ngerangkai kata-kata indah yang bisa bikin pembaca betah, itupun jangan lebih dari 300 kata.

Contohnya lihat aja postingan ini. Nulis sampai lemes, eh kesimpulannya nggak sampai lima baris. Ternyata saya juga orang yang boros kata.

Mungkin sampai sini aja postingan saya yang nggak jelas ini. Seperti biasa, sekian dan terimakasih.

Artikel Terkait

Menebak Kebiasaan Pembaca
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

Untuk mempermudah Anda, gunakan opsi Google, LiveJournal, Wordpress, TypePad, AIM, OpenID, Name/URL, dan Anonymous untuk berkomentar. Terimakasih