Apa kekurangan akun google drive unlimited?

google drive unlimited

Belakangan ini memang banyak orang yang sedang tertarik dengan akun google drive unlimited, termasuk saya. Dengan hanya menggunakan email yang berekstensi dot edu (.edu) kita sudah bisa menikmati berbagai fasilitas dan diskon yang diberikan situs-situs besar, seperti Microsoft, Amazon, Github. dll. Tidak tanggung tanggung , google berani memberikan akses storage unlimited bagi pemilik email dengan embel-embel .edu. Memang dalam kenyataannya akun ini tidak sepenuhnya unlimited. Kapasitas yang google berikan lah yang membuat fasilitias ini bisa dibilang unlimited, yaitu sebesar 5TB. Pertanyaannya siapa yang mau menghabiskan kuota penyimpanan sebesar itu? Saya rasa hampir mustahil dilakukan, khususnya di Indonesia. Dengan kuota yang begitu besarnya, saya rasa pantas saja jika google drive unlimited bisa dikatakan "unlimited" karena memang ukurannya sangat besar untuk sebuah akun "cloud storage".

Kembali lagi kepada judul, apakah dengan kapasitas sebesar itu tidak ada celah atau kekurangan dalam akun google drive yang kita punya? Setelah saya telusuri ternyata sangat disayangkan sobat. Email .edu yang kita gunakan untuk melakukan aktifitas di internet ternyata bisa sewaktu waktu diawasi, artinya penyedia email tadi mempunyai hak akses penuh pada aktifitas kita dengan email itu, yang dalam hal ini adalah penggunaan google drive.

Jika sobat perhatikan dibagian pojok kanan atas, tepatnya pada tombol foto yang biasanya untuk log out, disitu tertera kalimat yang kurang lebih seperti ini "This account is managed by....". Dari kalimat singkat itu akhirnya saya menemukan jawaban tentang keraguan saya dengan google drive unlimited. Saya coba klik learn more dan jelas sudah kebijakan-kebijakan apa saja yang harus kita perhatikan saat menggunakan email .edu, sobat bisa membacanya pada tautan berikut ini.

So, email ini rasanya kurang cocok untuk menyimpan file yang mempunyai privasi bagi sobat, seperti foto dan lain2.

Apakah email dan akun google unlimited masih bisa kita maanfaatkan? Jawbannya tentu saja bisa. Berikut penjelasannya.

Cara dibawah ini sebenernya hanya coba-coba dan saya tidak menjamin tips ini akan berhasil 100% menjaga data data kita dalam google drive unlimited, tapi saya sangat menyarankan, toh tidak ada ruginya sobat mencobanya dulu.

Kembali kita membahas email dengan ekstensi dot edu (.edu). Sebenarnya email apa ini? Biasa digunakan untuk apa?

Oke. jadi berdasarkan apa yang saya ketahui, email .edu adalah email yang ditujukan untuk pelajar-pelajar yang digunakan sebagai identitas kampus mereka. Kalau di Indonesia email untuk pelajar bisa berbeda, khususnya untuk mahasiswa, mereka akan mendapatkan email dengan ekstensi .sch.id dari kampusnya, ini selaras dengan domain yang banyak digunakan untuk kampus-kampus di Indonesia. Kegunaannya juga palingan hanya untuk login ke website kampus, melihat info seputar akademik dan lain-lain. Sepertinya begitu.

Langsung aja ke tips yang tadi saya janjikan.

Mungkin saja sobat takut jika setelah mengupload di google drive unlimited file sobat akan di hapus oleh penyedia email yang sobat gunakan. Menjawab kekhawatiran tadi, saya akan coba memberikan tips agar file dan privasi sobat akan terjaga meskipun menggunakan email yang diawasi pihak lain. Cekidot.

Buatlah minimal 5 folder dengan nama yang ada kaitannya dengan dunia pendidikan atau pelajaran. Misalnya, mathematics, sains for everyone, geography Imprtant, dan nama-nama lain yang sekiranya ada hubungan dengan pendidikan. hehe. Setelah membuat folder tadi, isikan file ke dalamnya. Saran saya masukkan file yang ada hubungannya dengan ilmu pengetahuan. Terserah sobat mau memasukkan apa, video, foto, file .pdf dll. Minimal 3 file saja.

Setelah itu carilah minimal 5 file pelajaran yang berekstensi .pdf, .doc, atau file presentasi seperti power point. Upload file-file tadi di akun sobat tapi jangan di dalam folder, diluar saja.

Jika sobat mau berkreasi sendiri, sobat bisa mencari gambar-gambar pemandangan dan silahkan sobat upload dalam akun google drive unlimited sobat.

Jadi....

Inti dari langkah-langkah di atas adalah agar akun google drive kita tidak dicurigai. Dengan menambahkan file2 pelajaran Insya Allah mereka akan nganggep kalo kita bener-bener pelajar. hehe. Jangan juga mengupoad file yang mencurigakan di akun sobat.

Cara Selanjutnya.

Dengan kapasitas penyimpanan yang sangat besar, mubazir rasanya kalo tidak dimaksimalkan dengan baik. Maka dari itu kita lanjut ke langkah berikut.

Sekali lagi ini hanya saran dari saya, saya tidak menjamin file yang sobat upload 100% aman dari penyedia email yang sobat gunakan, tapi ini patut dicoba.

Saat akan mengupload file yang isinya cukup penting, atau mungkin berisi privasi. Sebelumnya masukkan file-file tadi ke dalam winrar.

Setelah itu jangan lupa aktifkan "Set Password" untuk file yang sobat buat tadi.

Setelah file rar tadi sudah jadi dan untuk menambah dobel keamanan, enkripsi file sobat menggunakan aplikasi enkripsi file yang banyak tersedia di Internet. Tapi untuk urusan ini saya lebih menyarankan menggunakan AxCrypt2Go untuk mengenkripsi file sobat. Link nya bisa sobat dapatkan di sini.

Langkah-langkah enkripsinya saya rasa cukup mudah. Dengan membuka aplikasinya saya rasa sobat langsung paham.

Sebenarnya sudah cukup jika sobat tidak mengenkripsi file winrar yang dibuat. Cukup Set Password saja sudah cukup sebenernya.

Jika langkah langkah diatas sudah selesai, rename file yang sobat buat tadi menjadi nama-nama yang sekiranya ada hubungannya dengan ilmu pengetahuan atau pelajaran. Masih sama seperti yang saya katakan tadi, ini tujuannya agar file tersebut tidak dicurigai. hehe

Setelah itu silahkan upload.


Semoga bermanfaat. Jangan lupakan passwordnya!!!

Apakah copas dilarang???

Apakah copas dilarang
flickr.com

Apakah copas dilarang??? Banyak dari kita berfikir soal fenomena ini. Mereka yang melarang biasanya mengakatan copas sama saja mencuri, mengambil ide dari hasil karya orang lain untuk keuntungan pribadi. Mereka yang men-judge biasanya kurang percaya dengan hasil yang dibuat seseorang sehingga mereka mengatakan jika hasil karya yang orang lain buat didapat dari sumber lain atau yg biasa kita sebut copas / copy paste.

Sebenarnya apakah copas itu dilarang? 

Jawabannya bisa iya bisa tidak. Ada dua jawaban untuk pertanyaan diatas. Mari kita bahas satu per satu.

Kenapa copas itu dilarang? Copy paste bisa saja dilarang apabila orang yang melakukannya tidak mencantumkan sumber atau referensi ketika dia mengambil karya orang lain. Copas seperti ini sudah jelas sangat dilarang. Mereka yang diam diam mengutip dan meniru suatu karya orang lain tanpa mencantumkan pengarangnya memang sangat keterlaluan menurut saya. Bagaimana tidak, karya orang lain merupakan kekayaan intelektual yang sangat tinggi nilainya. Mereka yang copas bisa saja disebut pencuri apabila tidak mencantumkan sumbernya.

Sekarang kenapa copas itu dibolehkan? Copy paste bisa saja dibolehkan selama sobat mencantumkan sumber yang jelas ketika mengambil karya orang lain. Sadarilah bahwa kita memang tidak bisa lepas dari kebiasaan copas, mulai dari tugas-tugas kuliah seperti makalah, laporan, karya tulis, sampai buku juga berisi tulisan-tulisan dari hasil copas. Dalam buku sendiri biasa kita kenal dengan nama kutipan.

Saya mau cerita sedikit.

Saya mempunyai buku tentang psikologi yang isinya sangat-sangat menarik. Fakta- fakta yang saya baca dalam buku itu sangat tepat. Sampai-sampai saya sangat penasaran dengan penulis buku ini, siapa dia, buku apa saja yang sudah dia terbitkan, dan berbagai rasa penasaran saya tentang si penulis. Sampai akhirnya saya pun membuka bagian belakang buku ini yang biasa kita sebut daftar pustaka. Setelah membuka halaman terakhir seketika itu saya sangat kaget. Bagaimana saya tidak kaget, semua isi dari buku yang saya baca itu hasil copas dari internet. Ya dari internet. Copas dimana penulis tidak membutuhkan banyak tenaga untuk membuat sebuah karya, hanya dengan menggerak-gerakan mouse saja pekerjaan sudah selesai. Wahh disitu saya cukup kecewa. Parahnya lagi, didalam daftar pustaka dalam buku yang saya baca itu tidak ada satupun sumber atau referensi dari buku dan jurnal, semuanya berisi artikel di internet yang disusun sedemikian indahnya, mulai dari ukurang font, model font, dan paragraf sehingga memiliki daya jual yang menarik.

Memang tidak ada yang salah dengan penulis yang bukunya saya baca itu. Tapi ya mbok ngga usah di terbitkan juga lah. Apalagi isi dari buku itu bisa kita dapatkan dengan gratis lewat internet, dengan hanya bermodalkan hp. Tapi tak apalah. Saya juga membeli buku itu saat sedang ada bazar buku di daerah saya. Harganya juga sangat murah, hanya 5.000 rupiah. Jadi saya ngga terlalu nyesel. hehe

Hanya saran buat copaser khususnya saya. Dengan mencantumkan sumber dari karya orang lain, itu sama saja kita menghargai seseorang dan menghargai kekayaan intelektual. Bisa saja kita tidak mencantumkan nama si pengarang, tapi apa iya orang yang karyanya kita copas akan ikhlas? Saya yakin tidak. Apa susahnya sih nyantumin nama pengarangnya, harusnya kita sadar bahwa mereka memang lebih pinter dari kita dan kita harus mengakui itu. Meskipun akhir-akhir ini banyak orang yang koar-koar agar kebiasan copas harus dihentikan, tapi saya sadar bahwa saya tidak mungkin bisa meninggalkan kebiasaan ini. Dengan mencantumkan sumbernya saya berharap mereka yang karyanya saya ambil diberikan pahala oleh Allah dengan amal jariyah yang tiada putusnya. Kalau kita belum bisa berkontribusi untuk ilmu pengetahuan, paling tidak dengan cara mencantumkan sumber / pengarang kita bisa menghargai ilmu pengetahuan.

Terimakasih sudah mau membaca tulisan ini. Sekedar info bahwa tulisan ini saya copas dari otak saya. Sekian.

Tips Hemat Untuk Anak Kos

anjas pramana, anggit arya, muhammad khozinul affan, ubay khamdzi

Selamat pagi sobat.

Seperti judul postingan kali ini, saya akan membahas beberapa tips dan pengalaman saya tentang bagaimana cara menghemat uang buat anak kos. Sebelumnya saya juga mau bilang, kalau tips atau pengalaman yang saya sampaikan dalam potingan ini bedasarkan pada biaya hidup di kota pekalongan dan sekitarnya. Tapi semoga isi dari postingan bisa mencakup semua daerah  anak kos di Indonesia. hehe.

Oke sedikit cerita.

Anak kos itu emang keinginannya banyak banget, apalagi kalau lagi nggak ada uang. bener ngga?
Sebenarnya kebutuhan anak kos sendiri nggak banyak2 amat, tergantung orangnya aja boros apa engga. Kecuali kalau kalian ngekosnya di amerika, yaa pasti biaya hidupnya jauh lebih mahal. Kalau di Indonesia sendiri khususnya saya di jawa tengah, saya rasa biayanya hampir-hampir sama lah, tinggal pinter2 kitanya aja buat ngatur keuangan.

Okay langsung aja deh, berikut tips2nya buat sobat.

Yang pertama, jangan gengsi. Sebenernya saya nggak perlu lagi njelasin maksudnya jangan gengsi itu gimana tapi ya karena saya pengen cerita jadi saya lanjutin aja. Kalau sobat memang bertekad untuk menjadi anak kos yang hemat, sobat harus buang jauh-jauh yang namanya gengsi. Buat mereka yang bener2 hemat, mereka ngga peduli mau makan dimana, ngekos dimana, belanja apa, nongkrong dimana selama itu baik mereka akan enjoy-enjoy aja. Nggak usahlah maksain hura-hura kalau memang keadaan dompet nggak mendukung. Apalagi ngikutin temen-temen yang sukanya njajan dan seneng-seneng. Kalau sobat memang pengen hemat, sobat harus kurangin yang namanya buang2 uang buat sekedar keinginan, fokus aja sama kebutuhan. Tapi kalau kebutuhan sobat udah terpenuhi semua bolehlah uangnya buat refreshing.

Kedua, cari kosan yang deket kampus. Kosan yang deket kampus sudah jelas bisa menghemat pengeluaran, terutama bensin. Selain itu, kosan yang deket kampus juga bisa menyehatkan badan karena sobat akan sering jalan kaki. hehe

Ketiga, menggunakan galon. Anak kos identik dengan kebiasaan minum es teh, atau kalau ditempat saya biasa temen2 mesennya teh jus. Sebenernya nggak ada yang salah dari kebiasaan beli es teh, tapi kalau dihitung-hitung menggunakan galon jauh lebih murah dan pastinya lebih sehat, karena minum es teh berlebihan juga kurang baik.

Keempat, sarapan energen. Ini bukan promosi loh, cuma saran aja dari saya. Sarapan dengan energen terbukti bisa menghemat pengeluaran anak kos. Apalagi harga energen cukup murah, serenteng, isi 10 cuma 12 ribu. Selain itu, energen sangat mudah dibuat, sehingga bisa membantu anak kos yang biasa bangun kesiangan atau males keluar setelah bangun tidur. Minum energennya pas sarapan aja ya. Jangan makan siang dan malem juga pake energen.

Baca juga: 23 Tips Agar Tidak Mabuk Perjalanan

Kelima, nggak usah keseringan nyedian jajan buat temen yang dateng ke kosan. Mungkin ada diantara sobat yang ngerasa nggak enak kalau ada temennya main di kosan, tapi ngga ada cemilan untuk di makan. Kalau sobat lagi ada uang atau rezeki ya nggak masalah, yang penting jangan keseringan juga. Ingat sobat anak kos yang ingin hidup hemat. Daripada untuk beli cemilan, mending uangnya untuk kebutuhan yang lain. Temen-temen sobat pasti mengerti kok. Intinya nggak usah keseringan. Sekali-kali boleh lah.

Keenam, cari kosan yang murah. Kosan murah juga bagus. Perhatikan juga fasilitas yang ada di dalamnya. Kebersihan paling penting. Untuk kosan yang saya tempati, tepatnya di pekalongan. Biaya kos di sini relatif, ada yang mahal dan ada yang mahal sekali, sobat tinggal pilih, hehe. Untuk kosan yang saya tempati, harganya sudah cukup murah dibandingkan dgn kosan di deket kampus saya, perbulannya 300 ribu dengan fasilitas yang sangat cukup buat saya, kamar mandi dalam, WIFI, kasur spring bed, TV (barengan), lemari, kipas,  luasnya juga cukup untuk dipakai 2 orang, jadi bisa patungan 150 ribuan. Untuk tidur juga luas kamar disini muat untuk lima orang, tapi ya sisanya pakai karpet.

Ketujuh, jangan keseringan beli kebutuhan di superkampret, eh maksudnya supermarket. Kalau sobat mau beli kebutuhan saya sarankan ke warung-warung sembako aja, disana harganya lebih murah dari supermarket.

Kedelapan, puasa. Penelitian sudah membuktikan, berpuasa bisa menghemat pengeluaran anak kos. Tinggal pilih, mau puasa senin-kamis atau puasa daud. Kalau menurut saya, puasa daud lebih efektif menghemat pengeluaran anak kos. hehe

Kesembilan, makan secukupnya. Kalau gorengan sama sayur aja udah cukup, ngga usahlah keseringan makan ayam atau yang mahal-mahal. Tapi gizi juga harus di perhatikan loh. Seminggu sekali atau dua kali bolehlah makan ayam atau ikan. Jangan lupa juga buah.

Terakhir, berwirausaha.

Mungkin itu saja yang bisa saya share. Seperti biasa, sekian dan terimakasih.

Dasar Hukum Asuransi di Indonesia

Dasar Hukum Asuransi di Indonesia
Peraturan perundang-undangan tentang perasuransian di Indonesia diatur dalam beberapa tempat , antara lain dalam kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD), UU No. 2 Tahun 1992 tentang Usaha Perasuransian, PP No. 63 Tahun 1999 tentang Perubahan atas PP No. 73 Tahun 1992 tentang penyelenggaraan Usaha Perasuransia serta aturan lain yang mengatir Asuransi Sosial yang diselenggarakan oleh BUMN Jasa Raharja (Asuransi Sosial Kecelakaan Penumpang), Astek (Asuransi Sosial Tenaga Kerja), dan Askes (Asuransi Sosial Pemeliharaan Kesehatan).

Baca juga: Apa Perbedaan Asuransi Konvensional dengan Asuransi Syariah?

Sedangkan asuransi syariah masih terbatas dan belum diatur secara khusus dalam undang-undang. Secara lebih teknis operasional perusahaan asuransi/perusahaan reasuransi berdasarkan prinsip syariah mengacu kepada SK Dirjen Lembaga Keuangan No. 4499/LK/2000 tentang Jenis, Penilaian dan Pembatasan Investasi Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Rearusansi dengan Sistem Syariah dan beberapa Keputusan Menteri Keuangan (KMK), yaitu KMK No. 422/KMK.06/2003 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Asuransi; KMK No. 424/KMK.06/2003 tentang Kesehatan Keuangan Perushaan Asuransi dan Perusahaan Reasuransi; dan KMK No. 426/KMK.06/2003 tentang Perizinan Usaha dan Kelembagaan Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Reasuransi.

Di samping itu, perasuransian syariah di Indonesia juga diatur di dalam beberapa fatwa DSN-MUI antara lain Fatwa DSN-MUI No. 21/DSN-MUI/X/2001 tentang Pedoman Umum Asuransi Syariah. Fatwa DSN MUI No. 51/DSN-MUI/III/2006 tentang Akad Mudharabah Musyarakah pada Asuransi Syariah, Fatwa DSN-MUI No.52/DSN-MUI/III/2006 tentang Akad Wakalah Bil Ujrah Pada Asuransi dan Reasuransi Syariah, Fatwa DSN MUI No.53/DSN-MUI/III/2006 tentang Akad Tabarru’ pada Asuransi dan Reasuransi Syariah.

Sumber Andri Soemitra - Bank dan Lembaga Keuangan Syariah - Jakarta: Kencana, 2009